Rossi dan Simoncelli Musuh Untuk Urusan Sepakbola

Siapa yang tidak mengenal sosok Valentino Rossi dan Marco Simoncelli? Dua sosok jagoan balap Moto GP asal Italia yang sangat terkenal dalam urusan menarik gas. Rossi dan Sic (panggilan akrab Simoncelli) menunjukan rivalitas antara rekan senegara yang sangat mengagumkan. Sejak era rivalitas Rossi-Biaggi, baru Simoncelli yang bisa menghadirkan persaingan sengit.

Rivalitas Rossi-Simoncelli di sirkuit
Rivalitas Rossi-Simoncelli di sirkuit

Namun sayang baru sebentar persaingan duo Italia tersebut hadir di layar kaca, publik dikagetkan dengan kabar meninggalnya Marco Simoncelli. Pembalap berambut kribo tersebut mengalami kecelakaan dalam race di sirkuit Sepang, Malaysia. Dalam race yang baru dimuai tersebut, Simoncelli mengalami tabrakan di tikungan keempat setelah start dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Mengenang rivalitas satu negara antara dirinya dengan Simoncelli, Rossi pun selalu mengingat hal-hal kecil tentang sang mendiang Simoncelli. Rossi mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kenangan menyenangkan bersama Sic. Pembalap yang dijuluki The Doctor tersebut mengaku bahwa dirinya memang selalu terlibat persaingan dengan mendiang Simoncelli, termasuk urusan sepakbola.

Rossi Suka Inter, Simoncelli Doyan Milan

Rossi dikabarkan berteman dengan beberapa punggawa Inter Milan
Rossi dikabarkan berteman dengan beberapa punggawa Inter Milan

Ada yang menarik dari persaingan duo Italia ini. Selain urusan balap-membalap di sirkuit, ternyata rivalitas Rossi-Simoncelli juga berlanjut ke lapangan hijau. Bagaimana tidak, kedua pembalap ini menyenangi dua klub berbeda yang juga merupakan rival di Liga Italia Seria A, yaitu AC Milan dan Inter Milan. Sungguh persaingan yang mengundang decak kagum antara dua racer ini.

Meski lebih senior berkarir di Moto GP, Rossi ternyata merupakan fans klub Milan yang lebih muda, Inter Milan. The Doctor bahkan kerap kepergok beberapa kali menyaksikan langsung tim idolanya tersebut bertanding di Stadion Giuseppe Meazza. Tidak hanya itu, Rossi bahkan dikabarkan berteman akrab dengan pemilik Inter yang berasal dari Indonesia, Erick Thohir.

Sedangkan untuk Simoncelli, justru menyukai saudara tua Inter, yaitu AC Milan. Kesukaan Super Sic terhadap klub milik Adriano Galliani ini memang sudah ada sejak dulu bahkan sebelum dirinya memulai karir profesionalnya sebagai pembalap Moto GP. Bahkan Milan pun sempat memberikan penghormataan terakhir atas kepergian Marco Simoncelli di GP Sepang 2011 lalu.

GP Sepang 2011 Jadi Race Perpisahan Rossi dengan Simoncelli

AC Milan berikan penghormtan untuk mendiang Marco Simoncelli
AC Milan berikan penghormtan untuk mendiang Marco Simoncelli

Tidak pernah ada yang menyangka jika Grand Prix Malaysia 2011 yang digelar di sirkuit Sepang, Malaysia tersebut akan menjadi race perpisahan antara Valentino Rossi dengan Marco Simoncelli. Kondisi track memang tidak daam keadaan licin ataupun terkendala masalah apapun. Hanya saja Motor Honda bernomer 58 yang dikendarai Simoncelli lepas kendali saat berniat memotong jalur Colin Edwards

Motor Honda dari tim San Carlo Honda Gressini yang dikendarai Simoncelli tersebut semakin sulit untuk dikendalikan. Collin Edwards yang saat itu sedang rebutan posisi dengan Valentino Rossi tidak mampu menghindar saat, sehingga tanpa ampun motor Yamaha dari tim Tech 3 yang dikendarai Edwards menghantam kepala Simoncelli hingga helmnya terlepas.

Simoncelli sempat mendapatkan pertolongan pertama oleh pihak medis. Sic juga sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun karena memang cederanya terlalu parah, Simoncelli ternyata tidak mampu bertahan lebih jauh. Dan pada pukul 16.56 waktu, pembalap dengan nomor start 58 tersebut secara resmi dinyatakan meninggal dunia dan GP Sepang pun terpaksa dihentikan sementara.

Meninggalnya Marco Simoncelli tentu menghadirkan duka bagi banyak pihak. Tidak hanya para penggemar Moto GP, namun juga klub yang menjadi idola Sic, AC Milan. Milan memberikan penghormatan terakhir dengan memasang poster raksasa bergambar wajahnya. Kemudian Milan juga mengeluarkan jersey khusus bernomor punggung 58 bertuliskan nama Sic, kependekan dari Super Sic, julukan Simoncelli.